CARA MENGETAHUI ID SCOPUS BAGI PENELITI PEMULA

 


Bagi peneliti pemula, baik dosen maupun mahasiswa di jenjang strata lanjut seperti magister dan doktoral, luaran dari hasil penelitian menentukan kredibilitas dari penelitian tersebut. luaran yang kredibel yang terstandar, di Indonesia terdapat standar SINTA,  sedangkan di luar negeri salah satunya adalah standar SCOPUS.

Apa itu scopus?

SCOPUS adalah pangkalan data pustaka yang mengandung abstrak dan sitiran artikel jurnal akademik. Scopus mengandung kurang lebih 22.000 judul dari 5.000 penerbit, 20.000 di antaranya merupakan jurnal tertelaah sejawat di bidang sains, teknik, kedokteran, dan ilmu sosial (termasuk kesenian dan humaniora). Pangkalan data ini dimiliki oleh Elsevier dan tersedia secara daring dengan model berlangganan. Pencarian di Scopus juga mencakup pencarian pangkalan data paten. (wikipedia)

Scopus adalah salah satu database (pusat data) sitasi atau literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus mulai diperkenalkan ke masyarakat luas pada tahun 2004. Scopus biasanya bersaing ketat dengan Web of Science (WOS) yang diterbitkan oleh Thomson Reuters yang juga menjadi pusat data terbesar di dunia. Meski WOS lebih dulu terbit dibandingkan Scopus, namun kenyataannya Scopus lebih banyak diminati dan menyediakan lebih banyak jurnal (20% lebih banyak) jika dibandingkan dengan WOS. Selain Scopus, database lain yang memiliki banyak data yaitu Sciencedirect. Diketahui, database tersebut juga diterbitkan oleh Elsevier. (www.duniadosen.com)


Kegunaan scopus?

Kegunaan Scopus Id yaitu untuk mengaitkan semua artikel yang terindex Scopus ke Portal Sinta. Sedangkan Portal Sinta merupakan alat ukur prestasi peneliti di Indonesia yang ditetapkan menurut pencapaian h-index Kamu sebagai penulis di Scopus dan Google Scholar atau Cendekia. (wikipedia)

Salah satu kegunaan Scopus ID adalah untuk mengaitkan atau mengintegrasikan semua artikel yang terindek di Scopus ke Portal Sinta. Sedangkan Portal Sinta merupakan alat ukur prestasi peneliti di Indonesia yang ditetapkan menurut pencapaian h-indeks Anda sebagai penulis di scopus dan geogle scholar/geogle cendekia.

  • Untuk menghubungkan akun geogle scholar anda, yaitu dengan cara memasukkan alamat akun geogle scholar.
  • Sedangkan untuk memasukkan artikel jurnal yang terindeks di scopus dengan cara memasukkan Scopus ID. (lepisi.ac.id)

Bagaimana cara mempunyai ID scopus?

 ID scopus berbeda dengan ID google scholar atau ID sinta yang dilakukan dengan pendaftaran terlebih dahulu, sedangkan ID scopus didapat setelah peneliti mempunyai artikel yang terbit di jurnal atau conference yang terindeks scopus.

Cara Cek Jurnal Terindeks Scopus

Dalam artikel ini, kita akan membahas dua macam cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah jurnal tersebut terindeks Scopus atau tidak. Selengkapnya, kita simak infonya di bawah ini.

1. Scimago JR

Cara yang pertama yaitu menggunakan situs scimagojr.com. SJR ini sering dikunjungi untuk melihat ranking sebuah jurnal yang dibagi menjadi 4 kuartil yaitu Q1, Q2,Q3, dan Q4.

  • Buka halaman utama di situs scimagojr.com
  • Pilih subjeck area jurnal yang dituju. Misalkan, karena bidang farmasetika maka akan dicari bidang “pharmacologi, toxicology, & pharmaceutics”.
  • Pilih subjek kategori jurnal yang diinginkan. Subjek kategori adalah subkategori dari subjek area jurnal internasional yang dicari
  • Cari quartile yang diinginkan, download data ke excel
  • Pastikan jurnal terindeks scopus

2. Website Resmi Scopus

Cara yang kedua ini bisa dilakukan apabila kamu sudah memiliki daftar nama jurnal yang akan dicek. Simak caranya berikut ini:

  • Buka laman resmi Scopus di scopus.com
  • Klik “Sources” di bagian atas
  • Isikan nama jurnal di kolom “Enter title” lalu tekan enter atau klik “Find Sources”
  • Jika nama jurnal yang kamu ketik sudah ditemukan di kolom search, klik jurnal tersebut dan cek tahun coveragenya.
  • Cek juga “Scopus Content Coverage” di bagian bawah. Jurnal masih terindeks Scopus, jika telah masuk data 2020.

 jika kita pernah merasa sudah memiliki artikel yang diterbitkan di jurnal maupun seminar internasional terindeks scopus, maka kita bisa mengecek ID kita, seperti pengalaman penulis ketika memiliki 1 artikel yang terindeks scopus.

Langkah-Langkah Mendapatkan Scopus ID

  1. Buka laman scopus di https://www.scopus.com
  2. Klik Author Search
  3. Kemudian isi kolom nama dan afiliasi Anda.
    Jika artikel Anda adalah pemula, sebaiknya kosongkan saja kolom afiliasi karena ada kemungkinan gabung dengan author lain (untuk artikel kolaborasi).
  4. Nama institusi/afiliasi sebaiknya diketik sesuai dengan nama yang terdaftar di ristekdikti.
    Contoh : Tulis “Universitas Islam Lamongan”, jangan tulis “UNISLA”
  5. Setelah itu Anda klik tombol search, maka nama Anda akan tampil disitu.
  6. Untuk mengetahui Scopus ID, Anda dapat mengarahkan pointer mouse Anda ke kotak disamping nama Author artikel yang menunjukkan angka 1 (artinya Anda sudah memiliki 1 buah artikel yang terindek di scopus).
  7. Klik kanan dan pilh Inspeksi Elemen
  8. kita pilih "inspector" kemudian cari 11 angka di "body"
  9. Scopus ID Anda akan muncul di input id
    Contoh. Hammam Agustapraja_Scopus ID_57300996300
    <input id="auid_57300996300" name="authorIds" onclick="selectAuthorCheckbox(this,this.form)" data-doccount="1" data-name="Agustapraja, Hammam" type="checkbox" value="57300996300">
  10. Nomor Scopus ID Anda akan muncul berupa kombinasi 11 angka

Cara Mengecek Validitas Scopus ID

Laman untuk mengecek Scopus ID
http://www.scopus.com/authid/detail.url?authorId=scopus_id_anda
Ganti scopus_id_anda dengan Scopus ID Anda. Misalnya 57300996300

 

Komentar