"Istana Melayang", Istana Negeri dongeng yang Menjadi Kenyataan














Kisah Jack dan Pohon Kacang? Seorang anak muda yang menukar seekor sapi dengan kacang ajaib yang telah merubah kehidupannya. Dalam cerita Jack dan Pohon Kacang dikisahkan Jack berhasil memanjat pohon kacang raksasa hingga di atas awan dan menemukan sebuah istana yang melayang.
Kisah ini rupanya menginspirasi Fernando Iskandar untuk membangun istana bernama Floating Castle yang berlokasi di BSD Grand Boulevard, Tangerang Selatan, Banten. Fernando menjadikan istana tersebut sebagai tempat lembaga pendidikan non-formal yang dinamai Froggy Edutography. 


"Istana melayang ini saya buat tidak hanya karena ingin mengajak anak bermimpi. Tapi ingin mereka memiliki mimpi besar, berimajinasi besar," ujar CEO dan Founder Froggy Edutography Fernando Iskandar saat ditemui VIVAlife, Senin, 23 September 2013.
Bangunan istana berwarna putih ini menggunakan 66 lembar kaca setinggi 10,8 meter tanpa sambungan dengan lebar 1,9 meter dan tebal 19 milimeter yang dipasang dengan teknik suspended atau digantung. Kaca-kaca ini yang membuat istana tersebut seolah melayang di atas ketinggian 10 meter.
Untuk diketahui teknik kaca menggantung ini sudah mendapatkan penghargaan dari Record Holders Republic, Inggris, sebagai Floating Castle With the Highest Suspended Glass in the World.

Saat memasuki Floating Castle, Anda akan benar-benar merasakan seperti berada di dalam sebuah istana yang megah dan indah. Karena bentuk bangunannya yang persis istana maka anak-anak di tempat ini juga disebut dengan king dan queen.
Istana terdiri dari 10 lantai yang di setiap lantainya berisi program mimpi anak-anak. Di lantai tiga misalnya, terdapat kelas cerdas matematika, musik, gerak, berteman, dan visual spatial.

Setiap ruangan dilengkapi dengan indikator yang menjadi ciri anak yang memiliki kecerdasan di bidang masing-masing. Seperti pada kelas cerdas berteman, dijelaskan bahwa anak-anak yang memiliki interpersonal yang baik memiliki karakter seperti karisma yang kuat, dapat membaca emosi orang lain, memiliki banyak teman dan senang memimpin.

Di lantai lima, terdapat ruangan-ruangan dimana anak-anak dapat bermain peran yang mereka sukai. Profesi peran seperti dokter, diplomat, desainer atau koki disiapkan persis seperti asli. Bahkan beberapa profesi dilengkapi dengan perlengkapan sungguhan. Profesi koki misalnya, anak bisa benar-benar membuat sebuah kue dari bahan-bahan yang disediakan di dapur mini.

Di lantai tujuh, terdapat sebuah aula yang digunakan sebagai tempat dimana anak-anak dapat mendeklarasikan mimpi mereka di depan orangtua dan teman-temannya.

"Di ruangan ini, kita sudah benar-benar berada di atas langit. Karpetnya pun sengaja dipilih yang berbentuk awan agar atmosfer melayangnya terasa," ujar Fernando.