Masjid Mujahidin, Turi, Lamongan, Paduraksa sebagai Jati diri dan kearifan lokal


Masjid Mujahidin, Turi
Lokasi Masjid yang akan direncanakan ini terletak di Dusun Prambon, Desa Wangunrejo, Kecamatan Turi, Lamongan. Masjid ini diharapkan menjadi Masjid utama di desa tersebut, dan menjadi pengganti masjid yang lama, dikarenakan di masjid sebelumnya kebutuhan akan tempat ibadah yang bisa menampung warga desa masih belum terpenuhi.



Kondisi Eksisting

Letak tapak masjid berada di lahan sudut, lahan wakaf dengan luas 1480 m2, dengan kondisi tapak yang luas, diharapkan masjid bisa menampung jemaah, tanpa harus menambah lantai secara vertikal.






Konsep Desain

Proses desain dimulai dengan mencari kearifan lokal setempat, nilai-nilai apa yang bisa diangkat dan dipertahankan untuk membuat masjid ini menjadi bagian dari budaya berwujud (tangible) dari masyarakat. 
Berawal dari isu-isu kiwari yang berkembang di Kota Lamongan, yaitu mengangkat Gerbang Paduraksa yang ada di Makam Sunan Sendang Dhuwur, sebagai kearifan lokal Kota Lamongan. Gerbang Paduraksa ini sedang marak dibangun di kantor-kantor pemerintahan, bahkan gerbang utama Kota Lamongan (gapura-paduraksa-jadi-identitas-lamongan.)

Gapura perbatasan yang mengadopsi Gapura Paduraksa di kompleks Makam Sunan Sendang Duwur di Kecamatan Paciran, Lamongan. (Foto: Ardiyanto/LamonganTIMES)
Gerbang Paduraksa
sumber
Kubah dan empat tiang soko guru pada masjid adalah permintaan dari takmir sebagai elemen yang harus disematkan pada masjid ini, Kubah bawang dipilih sebagai bentuk kubah masjid ini karena kubah ini banyak dipakai di masjid-masjid nusantara terutama pada masjid-masjid melayu.

konsep


sketsa awal



denah

Rencana Masjid Mujahidin, Turi, Lamongan













Output file:

DED Hardcopy

3D Image Hardcopy

Baner 







Design by:
hamiqi
hamiqi@yahoo.co.id